Islam vs Ahmadiyah


Jika Damai Itu Indah Mengapa Harus Kita Ciptakan Kebencian

……….

Suatu ketika bertempat di stadion “Damai Itu Indah” diadakanlah pertandingan sepakbola antara kesebelasan Islam dengan kesebelasan Ahmadiyah. Tanpa diundang ternyata Tuhan bersama para malaikatnya hadir di tempat itu untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Sorak-sorai penonton terdengar riuh rendah. Namun tak terdengar sedikitpun suara ejekan antar suporter. Yang ada mereka duduk secara bebas dan nyaman tanpa dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan.

Setelah melalui seremoni layaknya sebuah pertandingan sepakbola. Akhirnya wasitpun meniupkan peluitnya tanda pertandingan dimulai.Pertandingan sangat seru. Tak ada sikap kasar yang ditunjukkan oleh pemain seperti dalam pertandingan LSI maupun LPI. Menjelang babak pertama habis. Tiba-tiba striker dari kesebelasan Islam berhasil menjebol gawang Ahmadiyah. Dari atas tribun Tuhanpun berdiri dan bersorak kegirangan. Dengan sukacita Iapun bertepuk tangan merayakan gol dari kesebelasan Islam. Malaikat disampingnya dalam hati membatin. “Ah ternyata Tuhan adalah pendukung Kesebelasan Islam, Tuhan Pilih Kasih!” Akhirnya wasitpun meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan babak pertama.

Setelah beberapa menit kemudian, wasitpun segera memulai pertandingan babak kedua. Dimenit ke 70 tiba-tiba striker dari kesebelasan Ahmadiyah berhasil membalas dengan memasukkan gol lewat striker andalannya. Kedudukanpun berubah menjadi 1-1. Sekali lagi Tuhanpun bangkit berdiri bersorak kegirangan dan bertepuk tangan merayakan gol dari kesebelasan Ahmadiyah. Para malaikat disamping Tuhan kebingungan dan kemudian memberanikan diri untuk bertanya. “Tuhan, tadi kesebelasan Islam mencetak gol Tuhan bersorak-sorai. Sekarang kesebelasan Ahmadiyah berhasil mencetak gol Tuhan juga bertepuk tangan. Sebenarnya Tuhan mendukung yang mana si??” Tuhan melihat kearah wajah para malaikatnya, hanya senyum manis yang Ia berikan.

Wasitpun meniupkan peluit panjang tanda pertandingan babak kedua berakhir. Berhubung pertandingan ini adalah pertandingan persahabatan, maka diptuskan tidak ada perpanjangan waktu dan adu pinalti. Kedua tim sama-sama unggul 1-1. Akhirnya, para pemain dari kedua pemainpun bersalaman dan berpelukkan. Melihat para pemain kesayangannya bertingkah demikian para suporterpun tak mau ketinggalan. Mereka bersalaman dan saling berpelukan, sebagai tanda persahabatan antar pendukung. Akhirnya panitia menetapkan kedua kesebalasan sebagai pemenang dan juara bersama. Tuhanpun tersenyum puas diatas tribun. Melihat umat ciptaanya hidup damai dan berdampingan.

Semoga tulisan ini mengilhami kita untuk saling menyayangi sesama kita. Sama seperti Tuhanpun menyayangi semua mahluk ciptaanNya.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: